Pakai satu kerangka tetap, lalu ganti tiga bagian untuk tiap lowongan: nama perusahaan dan posisi, satu alasan spesifik kenapa kamu cocok, dan satu pengalaman yang paling relevan. Cepat ditulis, tapi tetap terasa dibuat untuk lowongan itu.
Surat yang sama untuk semua perusahaan gampang ketahuan
Perekrut yang membaca banyak surat cepat mengenali kalimat yang bisa ditempel ke perusahaan mana pun: "Saya tertarik pada posisi yang Bapak/Ibu tawarkan", tanpa menyebut posisinya. Atau pujian umum kepada perusahaan tanpa satu fakta pun. Surat seperti itu tidak salah. Hanya saja, ia tidak memberi alasan untuk memilihmu.
Menulis surat baru dari nol untuk tiap lowongan juga melelahkan, apalagi kalau kamu melamar ke banyak tempat. Jalan tengahnya: satu kerangka tetap, dengan tiga bagian yang selalu diganti.
Kerangka empat paragraf: tiga berganti, satu tetap
- Pembuka (berganti). Sebut posisi, nama perusahaan, dan dari mana kamu tahu lowongannya. Tambahkan satu kalimat yang menunjukkan kamu tahu apa yang perusahaan itu kerjakan.
- Alasan kamu cocok (berganti). Ambil satu atau dua kebutuhan utama dari lowongan, lalu sebut kemampuanmu yang menjawabnya. Pakai kata yang sama dengan lowongan supaya jelas nyambung.
- Bukti (berganti). Satu pengalaman nyata yang paling relevan: apa yang kamu kerjakan, dan apa hasilnya. Hasil yang bisa dilihat lebih meyakinkan daripada sifat seperti "pekerja keras".
- Penutup (tetap). CV terlampir, kamu siap berdiskusi, terima kasih. Singkat dan sopan.
Contoh kalimat lemah dan kuat
Pembuka lemah: "Saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan Bapak/Ibu." Pembuka kuat: "Saya melamar posisi Admin Penjualan di PT CONTOH MAJU, yang saya lihat di portal kerja minggu ini."
Alasan cocok lemah: "Saya cepat belajar dan bisa bekerja sama." Alasan cocok kuat: "Lowongan Anda menyebut pengelolaan pesanan harian. Di pekerjaan sebelumnya, saya mengelola pesanan harian di lembar kerja bersama dan menjaga agar tidak ada yang terlewat."
Bukti lemah: "Saya pekerja keras." Bukti kuat: "Di toko sebelumnya, saya merapikan catatan stok tiap minggu sehingga selisih barang lebih mudah ditelusuri." Semua contoh ini hanya ilustrasi. Pakai pengalamanmu sendiri, dan jangan menulis hal yang tidak pernah kamu kerjakan.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Salah menulis nama perusahaan atau posisi karena menyalin dari surat sebelumnya. Kesalahan kecil ini paling mahal.
- Surat terlalu panjang. Satu halaman sudah cukup.
- Mengulang isi CV kata per kata. Surat menjelaskan alasan, CV menyimpan riwayat.
- Menjanjikan hal yang tidak bisa kamu buktikan di wawancara.
- Tidak membaca ulang sebelum mengirim.
Kalau kamu melamar banyak, bagian ini bisa dibantu
Mengganti tiga bagian itu berulang-ulang memakan waktu. Jobia menulis surat lamaran untuk tiap lowongan dan melampirkan CV aslimu, bukan CV yang berbeda per lowongan. Jobia meminta persetujuanmu sebelum mengirim lamaran; mode kirim otomatis penuh hanya berlaku bila kamu sendiri memilihnya. Jadi kamu tetap yang memutuskan lamaran mana yang dikirim.
Jobia tidak menjanjikan panggilan interview atau diterima kerja; keputusan ada di perusahaan. Surat yang baik hanya membuat lamaranmu layak dibaca. Lihat halaman lamar kerja otomatis untuk rincian cara kerjanya. Kamu bisa mulai gratis tanpa kartu kredit. Daftar gratis kalau mau mencoba.