Susun kriteria, kumpulkan lowongan di satu daftar, saring yang cocok, pakai satu CV yang rapi, lalu sesuaikan surat untuk tiap lowongan. Melamar banyak itu sah, selama tiap lamaran menjelaskan kenapa kamu cocok untuk perusahaan itu.
Kenapa lamaran yang banyak sering berujung sunyi
Kamu sudah lamar puluhan, tapi tidak ada yang membalas. Rasanya seperti mengirim surat ke ruang kosong. Biasanya masalahnya bukan jumlah. Masalahnya, lamaranmu terlihat bisa dikirim ke perusahaan mana saja.
Perekrut biasanya menerima banyak lamaran untuk satu posisi, dan tidak semuanya dibalas. Jadi mengirim ke beberapa tempat sekaligus memang masuk akal, terutama kalau kamu baru lulus atau sedang beralih bidang. Syaratnya satu: tiap lamaran harus terlihat ditulis untuk tempat itu.
Lima langkah melamar banyak tanpa kehilangan kualitas
- Tulis kriteriamu dulu. Satu halaman cukup: posisi yang kamu incar, kota atau remote, rentang gaji yang masih kamu terima, dan hal yang kamu tolak. Tanpa ini, kamu akan melamar apa saja yang kebetulan lewat.
- Kumpulkan lowongan di satu daftar. Membuka portal dan situs karier satu per satu menghabiskan pagimu, dan membuatmu mudah melamar dua kali ke lowongan yang sama. Satu daftar membuatmu tahu mana yang sudah dikirim.
- Saring dengan jujur. Lamar lowongan yang sebagian besar syaratnya kamu penuhi. Kalau hanya sebagian kecil yang cocok, waktu menulis lamarannya lebih baik dipakai untuk lowongan lain.
- Pakai satu CV yang rapi, variasikan suratnya. Satu CV yang benar dan konsisten lebih mudah dijaga daripada banyak versi yang bisa saling bertentangan. Penyesuaian per lowongan cukup di surat lamaran.
- Catat tiap lamaran. Tanggal, perusahaan, posisi, dan status. Tanpa catatan, kamu lupa mana yang perlu ditanyakan ulang.
Yang berganti di tiap surat, dan yang boleh tetap sama
Kamu tidak perlu menulis ulang seluruh surat. Ganti tiga hal: nama perusahaan dan posisinya, satu alasan spesifik kenapa kamu cocok (ambil dari kata-kata di lowongannya), dan satu pengalaman yang paling relevan. Biarkan tetap: sapaan, penutup, dan nada bicaramu. Panduan lengkapnya ada di artikel tentang surat lamaran yang berbeda untuk tiap lowongan.
Tanda lamaranmu sudah terlalu asal
- Kamu tidak ingat posisi apa yang kamu lamar kemarin.
- Banyak lamaranmu ke posisi yang sebenarnya tidak kamu inginkan.
- Suratmu hampir tidak berubah dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
- Kamu mengirim lamaran tanpa membaca lowongannya sampai habis.
Bagian yang bisa dibantu Jobia
Mengumpulkan, menyaring, dan menulis surat adalah tiga bagian yang paling melelahkan. Di situ Jobia membantu:
- Jobia mengumpulkan lowongan dari banyak sumber, yaitu portal kerja dan situs karier perusahaan. Daftarmu tidak perlu disusun manual.
- Jobia menampilkan lowongan sebagai kartu: geser ke kanan untuk melamar, ke kiri untuk melewati. Jobia menghitung skor cocok antara profilmu dan tiap lowongan.
- Jobia menulis surat lamaran untuk tiap lowongan dan melampirkan CV aslimu, bukan CV yang berbeda per lowongan.
- Jobia meminta persetujuanmu sebelum mengirim lamaran; mode kirim otomatis penuh hanya berlaku bila kamu sendiri memilihnya.
- Jobia mencatat status lamaran dan membaca balasan perekrut yang masuk ke alamat @jobia.me milikmu.
Ada batas jumlah lamaran per paket dan per hari. Batas ini sengaja ada, supaya lamaranmu tetap terseleksi. Jobia tidak menjanjikan panggilan interview atau diterima kerja; keputusan ada di perusahaan.
Mau mencobanya? Kamu bisa mulai gratis tanpa kartu kredit. Lihat cara kerja Jobia, atau langsung Daftar gratis.